KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID — Semangat pelestarian budaya lokal, pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berpadu dalam kegiatan Safari Kebudayaan (Dewan Sapa Warga) dan Festival Rakyat Berbasis Budaya di Lapangan Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini sekaligus memeriahkan Milangkala Desa Pasirkamuning di bawah kepemimpinan Lurah Didin.
Mengusung semangat “Bersama Melestarikan Budaya, Membangun Desa”, kegiatan ini menghadirkan perpaduan pelayanan masyarakat, gebyar UMKM, dan pertunjukan seni tradisional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., anggota dewan Abdul Azis, S.E., serta para budayawan dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang.
Senam Bersama dan Pelayanan Publik
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00–09.00 WIB dengan senam bersama.
Selanjutnya, pukul 09.00–13.00 WIB, masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan, meliputi pelayanan SIM, pemeriksaan kesehatan, administrasi kependudukan melalui Disdukcapil, pelayanan Samsat, serta layanan Bulog.
Kehadiran berbagai layanan dalam satu lokasi diharapkan mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan administrasi dan pelayanan dasar. Namun, keberhasilan pelayanan publik harus diukur dari kemudahan prosedur, jumlah warga yang terlayani, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Gebyar UMKM, Dorong Ekonomi Lokal
Kegiatan ini juga menghadirkan bazar dan gebyar UMKM dengan agenda yang mencantumkan 40 tenant. Para pelaku usaha lokal mendapat kesempatan memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen lebih luas.
Festival berbasis budaya berpotensi menggerakkan ekonomi desa apabila keramaian pengunjung turut meningkatkan transaksi bagi UMKM dan pedagang kecil. Karena itu, manfaat ekonomi perlu menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan, bukan sekadar jumlah pengunjung dan kemeriahan acara.
Hiburan Rakyat dan Pelestarian Seni Tradisional
Pada pukul 13.00–21.00 WIB, masyarakat dijadwalkan menikmati rangkaian hiburan rakyat yang meliputi arak-arakan, odong-odong, tarian jaipongan, pertunjukan debus, serta berbagai hiburan lainnya.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari perayaan Milangkala Desa Pasirkamuning sekaligus ruang kebersamaan masyarakat. Seni tradisional bukan sekadar tontonan, melainkan identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi muda.
Kehadiran para budayawan se-Kabupaten Karawang turut memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi Sunda. Dukungan terhadap seniman lokal, pembinaan generasi penerus, dan ruang berkarya yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya.
Budaya Harus Lestari, Pelayanan Harus Terbukti
Safari Kebudayaan, Festival Rakyat Berbasis Budaya, dan Milangkala Desa Pasirkamuning mempertemukan tiga kepentingan penting: pelestarian budaya, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari kemeriahan pertunjukan atau banyaknya pengunjung. Pelayanan harus benar-benar dirasakan manfaatnya, UMKM perlu memperoleh peluang ekonomi, dan seni tradisional harus terus hidup melampaui seremoni tahunan.
Budaya harus diwariskan, pelayanan harus dirasakan, dan pembangunan desa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah, wakil rakyat, budayawan, dan masyarakat perlu memastikan bahwa semangat kebersamaan ini diwujudkan melalui langkah berkelanjutan, sehingga tradisi Sunda tetap terjaga dan kemajuan desa berjalan tanpa kehilangan akar budayanya.
Hamzah Saleh







0 Comments:
Posting Komentar