Music

3/Music/post-grid

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label DPRD Provinsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPRD Provinsi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2026

Dewan DPRD Provinsi, Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., Menyapa Warga Berbasis Budaya di Telagasari: "Angkat Seni Lokal, Hadirkan Pelayanan Publik hingga Puluhan UMKM"


KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID — Program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya yang digagas anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat melalui pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pemeriksaan kesehatan, serta pelestarian budaya lokal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pasir Kamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Program ini memadukan pelayanan langsung kepada warga dengan kegiatan seni dan tradisi yang tumbuh di lingkungan desa.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang menggagas kegiatan tersebut mengatakan, program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya bertemu dan berdialog, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.

Pelayanan Publik Didekatkan ke Masyarakat

Sejumlah layanan dihadirkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, termasuk pembuatan KTP, pelayanan kesehatan, hingga perpanjangan SIM dan STNK melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Fikri. Sementara itu, program tebus murah yang melibatkan Bulog turut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurutnya, pelayanan langsung seperti ini penting karena masih ada masyarakat yang menghadapi kendala waktu, jarak, maupun akses ketika harus mendatangi kantor pelayanan.

Ia mencontohkan, sejumlah warga mengaku terbantu karena dapat mengurus dokumen kependudukan di lokasi kegiatan tanpa harus datang langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Warga menyampaikan terima kasih karena pelayanan bisa diakses lebih dekat. Ini yang kami harapkan. Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat harus memberikan kemudahan, bukan justru menambah beban masyarakat,” katanya.
Meski demikian, efektivitas program semacam ini perlu terus dievaluasi, terutama terkait jangkauan penerima manfaat, kualitas layanan, serta keberlanjutan setelah kegiatan selesai.

Puluhan UMKM Dilibatkan, Ekonomi Lokal Didorong

Selain pelayanan publik, kegiatan tersebut juga melibatkan hampir 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 Keterlibatan pelaku usaha lokal diharapkan dapat membuka peluang pemasaran, meningkatkan transaksi, serta memperkenalkan produk masyarakat kepada pengunjung.

Penyediaan tenda dilakukan melalui dukungan fasilitas dari Dinas Perindustrian Kabupaten Karawang dan kebutuhan tambahan yang dipersiapkan oleh panitia.

Pelibatan UMKM menjadi bagian penting dari kegiatan berbasis masyarakat. Namun, dampak ekonomi tidak cukup diukur dari banyaknya pelaku usaha yang hadir. Ke depan, peningkatan omzet, perluasan jaringan pemasaran, dan peluang usaha setelah kegiatan juga perlu menjadi perhatian.

Dengan demikian, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi mampu membuka ruang pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Ruwatan dan Dongdang, Budaya Desa Menjadi Daya Tarik

Salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan di Pasir Kamuning adalah keterlibatan masyarakat dalam melestarikan seni dan tradisi lokal.
Rangkaian acara turut diisi kegiatan ruwatan dan dongdang yang melibatkan kreativitas warga dari berbagai RT.

 Masyarakat menampilkan beragam kreasi, mulai dari busana tradisional hingga kostum unik yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kegembiraan.
Menariknya, para seniman dan seniwati yang terlibat berasal dari lingkungan Desa Pasir Kamuning sendiri. 

Hal ini menunjukkan bahwa potensi budaya lokal masih hidup dan dapat menjadi kekuatan sosial apabila diberikan ruang untuk berkembang.

“Setiap saya berkeliling, saya ingin kesenian yang ditampilkan berasal dari lingkungan desa itu sendiri. Seperti hari ini, para seniman dan seniwatinya berasal dari Pasir Kamuning. Ini cara kami mengangkat budaya lokal sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk menunjukkan potensinya,” ungkapnya.

Kepala desa juga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut keterangan yang disampaikan dalam acara, tradisi tahunan masyarakat sempat terkendala anggaran sehingga pelaksanaannya tidak selalu dapat dilakukan secara optimal.

Kolaborasi antara program Dewan Menyapa dan kegiatan desa akhirnya menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan kebersamaan warga melalui tradisi yang mereka miliki

Bukan Hanya Seremonial, Program Diminta Berkelanjutan

Penggagas kegiatan menjelaskan bahwa Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya merupakan salah satu program yang diperjuangkannya melalui dukungan anggaran Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat

Ia menyebut kegiatan di Pasir Kamuning merupakan pelaksanaan keempat setelah kegiatan sebelumnya di Kelurahan Karang Kulon, Kelurahan Adiarsa, dan Lemahmulya. Kegiatan berikutnya direncanakan berlangsung di Desa Purwadana, dengan jadwal yang akan diinformasikan kemudian.

Selain program tersebut, terdapat pula kegiatan pengawasan pemerintahan, pendidikan demokrasi di sekolah, serta dialog bersama masyarakat.

Untuk 2027, ia berharap program dapat dikembangkan melalui kegiatan yang lebih spesifik, termasuk Dewan Menyapa Disabilitas, Dewan Menyapa Perempuan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan melibatkan rumah sakit maupun puskesmas setempat.

Menurutnya, kelompok perempuan dan penyandang disabilitas perlu mendapatkan ruang partisipasi yang lebih luas agar aspirasi serta kebutuhan mereka dapat didengar secara langsung.

Anggaran Publik Harus Berbanding Lurus dengan Manfaat

Di balik tingginya antusiasme warga, program berbasis pelayanan dan budaya ini juga menyisakan satu hal penting: bagaimana memastikan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat yang terukur.

Penggunaan anggaran publik harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi, kejelasan hasil kegiatan, serta evaluasi terhadap manfaat yang diterima masyarakat. Jumlah layanan yang diberikan, warga yang terlayani, UMKM yang memperoleh manfaat, hingga keberlanjutan kegiatan budaya dapat menjadi indikator evaluasi.

Dengan ukuran tersebut, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari ramainya pengunjung atau meriahnya acara, tetapi dari sejauh mana kebutuhan masyarakat benar-benar terjawab.

Program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Pasir Kamuning memperlihatkan bahwa pelayanan publik dapat dipadukan dengan pelestarian tradisi dan penguatan ekonomi lokal. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar kolaborasi tersebut tidak berhenti pada momentum kegiatan, melainkan berkembang menjadi program yang konsisten, transparan, dan berkelanjutan.

Sebab, kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat bukan semata-mata diukur dari seberapa sering mereka hadir di tengah warga, tetapi juga dari seberapa nyata manfaat yang ditinggalkan setelah kegiatan berakhir.


Hamzah Saleh