Music

3/Music/post-grid

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Dewan DPRD Provinsi, Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., Menyapa Warga Berbasis Budaya di Telagasari: "Angkat Seni Lokal, Hadirkan Pelayanan Publik hingga Puluhan UMKM"


KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID — Program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya yang digagas anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat melalui pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pemeriksaan kesehatan, serta pelestarian budaya lokal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pasir Kamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Program ini memadukan pelayanan langsung kepada warga dengan kegiatan seni dan tradisi yang tumbuh di lingkungan desa.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang menggagas kegiatan tersebut mengatakan, program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya bertemu dan berdialog, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.

Pelayanan Publik Didekatkan ke Masyarakat

Sejumlah layanan dihadirkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, termasuk pembuatan KTP, pelayanan kesehatan, hingga perpanjangan SIM dan STNK melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Fikri. Sementara itu, program tebus murah yang melibatkan Bulog turut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurutnya, pelayanan langsung seperti ini penting karena masih ada masyarakat yang menghadapi kendala waktu, jarak, maupun akses ketika harus mendatangi kantor pelayanan.

Ia mencontohkan, sejumlah warga mengaku terbantu karena dapat mengurus dokumen kependudukan di lokasi kegiatan tanpa harus datang langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Warga menyampaikan terima kasih karena pelayanan bisa diakses lebih dekat. Ini yang kami harapkan. Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat harus memberikan kemudahan, bukan justru menambah beban masyarakat,” katanya.
Meski demikian, efektivitas program semacam ini perlu terus dievaluasi, terutama terkait jangkauan penerima manfaat, kualitas layanan, serta keberlanjutan setelah kegiatan selesai.

Puluhan UMKM Dilibatkan, Ekonomi Lokal Didorong

Selain pelayanan publik, kegiatan tersebut juga melibatkan hampir 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 Keterlibatan pelaku usaha lokal diharapkan dapat membuka peluang pemasaran, meningkatkan transaksi, serta memperkenalkan produk masyarakat kepada pengunjung.

Penyediaan tenda dilakukan melalui dukungan fasilitas dari Dinas Perindustrian Kabupaten Karawang dan kebutuhan tambahan yang dipersiapkan oleh panitia.

Pelibatan UMKM menjadi bagian penting dari kegiatan berbasis masyarakat. Namun, dampak ekonomi tidak cukup diukur dari banyaknya pelaku usaha yang hadir. Ke depan, peningkatan omzet, perluasan jaringan pemasaran, dan peluang usaha setelah kegiatan juga perlu menjadi perhatian.

Dengan demikian, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi mampu membuka ruang pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Ruwatan dan Dongdang, Budaya Desa Menjadi Daya Tarik

Salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan di Pasir Kamuning adalah keterlibatan masyarakat dalam melestarikan seni dan tradisi lokal.
Rangkaian acara turut diisi kegiatan ruwatan dan dongdang yang melibatkan kreativitas warga dari berbagai RT.

 Masyarakat menampilkan beragam kreasi, mulai dari busana tradisional hingga kostum unik yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kegembiraan.
Menariknya, para seniman dan seniwati yang terlibat berasal dari lingkungan Desa Pasir Kamuning sendiri. 

Hal ini menunjukkan bahwa potensi budaya lokal masih hidup dan dapat menjadi kekuatan sosial apabila diberikan ruang untuk berkembang.

“Setiap saya berkeliling, saya ingin kesenian yang ditampilkan berasal dari lingkungan desa itu sendiri. Seperti hari ini, para seniman dan seniwatinya berasal dari Pasir Kamuning. Ini cara kami mengangkat budaya lokal sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk menunjukkan potensinya,” ungkapnya.

Kepala desa juga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut keterangan yang disampaikan dalam acara, tradisi tahunan masyarakat sempat terkendala anggaran sehingga pelaksanaannya tidak selalu dapat dilakukan secara optimal.

Kolaborasi antara program Dewan Menyapa dan kegiatan desa akhirnya menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan kebersamaan warga melalui tradisi yang mereka miliki

Bukan Hanya Seremonial, Program Diminta Berkelanjutan

Penggagas kegiatan menjelaskan bahwa Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya merupakan salah satu program yang diperjuangkannya melalui dukungan anggaran Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat

Ia menyebut kegiatan di Pasir Kamuning merupakan pelaksanaan keempat setelah kegiatan sebelumnya di Kelurahan Karang Kulon, Kelurahan Adiarsa, dan Lemahmulya. Kegiatan berikutnya direncanakan berlangsung di Desa Purwadana, dengan jadwal yang akan diinformasikan kemudian.

Selain program tersebut, terdapat pula kegiatan pengawasan pemerintahan, pendidikan demokrasi di sekolah, serta dialog bersama masyarakat.

Untuk 2027, ia berharap program dapat dikembangkan melalui kegiatan yang lebih spesifik, termasuk Dewan Menyapa Disabilitas, Dewan Menyapa Perempuan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan melibatkan rumah sakit maupun puskesmas setempat.

Menurutnya, kelompok perempuan dan penyandang disabilitas perlu mendapatkan ruang partisipasi yang lebih luas agar aspirasi serta kebutuhan mereka dapat didengar secara langsung.

Anggaran Publik Harus Berbanding Lurus dengan Manfaat

Di balik tingginya antusiasme warga, program berbasis pelayanan dan budaya ini juga menyisakan satu hal penting: bagaimana memastikan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat yang terukur.

Penggunaan anggaran publik harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi, kejelasan hasil kegiatan, serta evaluasi terhadap manfaat yang diterima masyarakat. Jumlah layanan yang diberikan, warga yang terlayani, UMKM yang memperoleh manfaat, hingga keberlanjutan kegiatan budaya dapat menjadi indikator evaluasi.

Dengan ukuran tersebut, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari ramainya pengunjung atau meriahnya acara, tetapi dari sejauh mana kebutuhan masyarakat benar-benar terjawab.

Program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Pasir Kamuning memperlihatkan bahwa pelayanan publik dapat dipadukan dengan pelestarian tradisi dan penguatan ekonomi lokal. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar kolaborasi tersebut tidak berhenti pada momentum kegiatan, melainkan berkembang menjadi program yang konsisten, transparan, dan berkelanjutan.

Sebab, kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat bukan semata-mata diukur dari seberapa sering mereka hadir di tengah warga, tetapi juga dari seberapa nyata manfaat yang ditinggalkan setelah kegiatan berakhir.


Hamzah Saleh

Dewan DPRD PROVINSI Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., Dalam Program Kerjanya Gelar Safari Kebudayaan dan Festival Rakyat


KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID — Semangat pelestarian budaya lokal, pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berpadu dalam kegiatan Safari Kebudayaan (Dewan Sapa Warga) dan Festival Rakyat Berbasis Budaya di Lapangan Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (17/10/2026). 


Kegiatan ini sekaligus memeriahkan Milangkala Desa Pasirkamuning di bawah kepemimpinan Lurah Didin.

Mengusung semangat “Bersama Melestarikan Budaya, Membangun Desa”, kegiatan ini menghadirkan perpaduan pelayanan masyarakat, gebyar UMKM, dan pertunjukan seni tradisional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., anggota dewan Abdul Azis, S.E., serta para budayawan dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang.

Senam Bersama dan Pelayanan Publik
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00–09.00 WIB dengan senam bersama.

 Selanjutnya, pukul 09.00–13.00 WIB, masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan, meliputi pelayanan SIM, pemeriksaan kesehatan, administrasi kependudukan melalui Disdukcapil, pelayanan Samsat, serta layanan Bulog.

Kehadiran berbagai layanan dalam satu lokasi diharapkan mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan administrasi dan pelayanan dasar. Namun, keberhasilan pelayanan publik harus diukur dari kemudahan prosedur, jumlah warga yang terlayani, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Gebyar UMKM, Dorong Ekonomi Lokal
Kegiatan ini juga menghadirkan bazar dan gebyar UMKM dengan agenda yang mencantumkan 40 tenant. Para pelaku usaha lokal mendapat kesempatan memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen lebih luas.

Festival berbasis budaya berpotensi menggerakkan ekonomi desa apabila keramaian pengunjung turut meningkatkan transaksi bagi UMKM dan pedagang kecil. Karena itu, manfaat ekonomi perlu menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan, bukan sekadar jumlah pengunjung dan kemeriahan acara.

Hiburan Rakyat dan Pelestarian Seni Tradisional

Pada pukul 13.00–21.00 WIB, masyarakat dijadwalkan menikmati rangkaian hiburan rakyat yang meliputi arak-arakan, odong-odong, tarian jaipongan, pertunjukan debus, serta berbagai hiburan lainnya.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari perayaan Milangkala Desa Pasirkamuning sekaligus ruang kebersamaan masyarakat. Seni tradisional bukan sekadar tontonan, melainkan identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi muda.

Kehadiran para budayawan se-Kabupaten Karawang turut memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi Sunda. Dukungan terhadap seniman lokal, pembinaan generasi penerus, dan ruang berkarya yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya.

Budaya Harus Lestari, Pelayanan Harus Terbukti

Safari Kebudayaan, Festival Rakyat Berbasis Budaya, dan Milangkala Desa Pasirkamuning mempertemukan tiga kepentingan penting: pelestarian budaya, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari kemeriahan pertunjukan atau banyaknya pengunjung. Pelayanan harus benar-benar dirasakan manfaatnya, UMKM perlu memperoleh peluang ekonomi, dan seni tradisional harus terus hidup melampaui seremoni tahunan.

Budaya harus diwariskan, pelayanan harus dirasakan, dan pembangunan desa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Pemerintah, wakil rakyat, budayawan, dan masyarakat perlu memastikan bahwa semangat kebersamaan ini diwujudkan melalui langkah berkelanjutan, sehingga tradisi Sunda tetap terjaga dan kemajuan desa berjalan tanpa kehilangan akar budayanya.


Hamzah Saleh

Kamis, 15 Oktober 2026

SURABI BANDUNG KANG BAYU HADIR SEKARANG HADIR DI KARAWANG! Cita Rasa Tradisional dengan Varian Kekinian, Bikin Lidah Ketagihan


"Dari Bandung untuk Pecinta Kuliner Karawang, Surabi Kang Bayu Hadirkan Pilihan Rasa Manis, Gurih hingga Pedas. Buka Setiap Hari, Siap Temani Waktu Santai Bersama Keluarga!"

KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID | Kabar gembira bagi para pencinta kuliner di Kabupaten Karawang! Kini, jajanan tradisional khas Sunda, Surabi Bandung Kang Bayu, hadir meramaikan pilihan kuliner dengan menawarkan beragam varian rasa yang menggugah selera.

Mengusung cita rasa khas Bandung yang dipadukan dengan inovasi rasa kekinian, Surabi Kang Bayu menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati jajanan tradisional dengan sensasi berbeda.

Tak sekadar menawarkan surabi biasa, lapak kuliner ini menghadirkan beragam pilihan topping dan rasa yang cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.

DARI CITA RASA TRADISIONAL HINGGA VARIAN KEKINIAN

Surabi dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional Sunda yang memiliki cita rasa khas, dengan tekstur lembut dan aroma yang menggoda. Di tangan Kang Bayu, jajanan legendaris ini dikemas lebih kreatif melalui pilihan rasa yang beragam.

Pelanggan dapat memilih sejumlah varian, di antaranya kinca, oncom, abon, cokelat, keju, stroberi, tiramisu, hingga greentea.

Perpaduan rasa gurih, manis, dan pilihan topping yang menggoda menjadikan Surabi Bandung Kang Bayu sebagai alternatif camilan untuk menemani waktu bersantai, berkumpul bersama teman, maupun menikmati suasana sore dan malam bersama keluarga.

Bagi pencinta rasa tradisional, varian khas surabi tetap menjadi daya tarik tersendiri. Sementara itu, pilihan rasa modern memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan yang ingin mencoba sesuatu yang lebih kekinian.

Dengan konsep tersebut, Surabi Kang Bayu berupaya menghadirkan pengalaman menikmati kuliner tradisional yang tetap dekat dengan selera masyarakat masa kini.

LOKASI STRATEGIS, MUDAH DIJANGKAU

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kelezatan Surabi Bandung Kang Bayu, lapak ini berlokasi di:

📍 Gang Bojong, Jalan Nagasari No. 66, RT 003/RW 002, Tuparev, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Lokasinya bisa menjadi pilihan bagi warga sekitar maupun pencinta kuliner yang ingin berburu camilan lezat tanpa harus jauh-jauh ke Bandung.

BUKA SETIAP HARI, AKHIR PEKAN BISA DATANG PAGI DAN SORE

Untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan, Surabi Bandung Kang Bayu melayani pembeli setiap hari dengan jadwal operasional sebagai berikut:

🕒 Senin–Jumat: Pukul 15.30–22.00 WIB.
🌞 Sabtu dan Minggu: Buka pagi dan sore.

Dengan jam operasional tersebut, pelanggan dapat menyesuaikan waktu kunjungan untuk menikmati surabi favorit, baik sebagai teman bersantai pada sore hari maupun camilan malam.

INOVASI KULINER LOKAL, KELEZATAN YANG PATUT DICOBA

Kehadiran Surabi Bandung Kang Bayu turut menambah warna dalam ragam kuliner di Karawang. Perpaduan resep tradisional dengan pilihan rasa yang variatif menjadi daya tarik bagi masyarakat yang menyukai jajanan khas Sunda.

Di tengah berkembangnya tren kuliner modern, jajanan tradisional seperti surabi memiliki peluang untuk terus diminati melalui kreativitas penyajian, inovasi rasa, dan pelayanan kepada pelanggan.

Surabi Bandung Kang Bayu pun hadir membawa semangat tersebut:

Mempertahankan karakter jajanan tradisional sekaligus memberikan pilihan rasa yang lebih beragam.

Bagi masyarakat Karawang yang penasaran dengan sensasi surabi khas Bandung, tak ada salahnya memasukkan lapak ini ke dalam daftar tujuan kuliner berikutnya.

Surabi Bandung Kang Bayu — dari Bandung untuk Karawang. 

Nikmati kelembutan surabinya, pilih rasa favoritmu, dan rasakan sensasi jajanan tradisional dengan sentuhan kekinian!
Yuk, mampir dan cobain langsung!

Bayu Hanggara Putra, S.Pd.

Senin, 05 Oktober 2026

Polresta Karawang Tangkap Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan, Barang Bukti Berupa Senjata dan Peralatan Kejahatan


KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID | Jajaran Polresta Karawang memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan perkara kriminal dalam kegiatan konferensi pers di Media Center Polresta Karawang, Senin (28/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolresta Karawang AKBP Afrian Satya Permadi bersama jajaran kepolisian memperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dalam proses pengungkapan perkara, di antaranya senjata api, senjata tajam, serta berbagai peralatan yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan.

Barang bukti tersebut diperlihatkan kepada awak media sebagai bagian dari transparansi kepolisian sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat terkait penanganan tindak pidana di wilayah hukum Polresta Karawang.

Dari barang bukti yang ditampilkan, terlihat sejumlah benda yang patut mendapat perhatian serius, termasuk senjata yang menyerupai pistol serta berbagai peralatan yang diduga dapat digunakan untuk membuka, merusak, atau mengambil barang secara melawan hukum.

AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa barang bukti yang diamankan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap secara terang rangkaian peristiwa pidana serta peran masing-masing pihak yang terlibat.

Pengungkapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kejahatan yang melibatkan senjata maupun alat pendukung lainnya dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Senjata dan Alat Kejahatan Jadi Perhatian Serius

Keberadaan senjata api, senjata tajam, maupun peralatan yang diduga digunakan dalam tindak pidana bukan sekadar persoalan barang bukti. Polisi perlu memastikan asal-usul, fungsi, serta keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Langkah tersebut penting untuk memastikan proses hukum tidak berhenti pada penangkapan, tetapi juga mampu mengungkap modus, peran para pelaku, serta kemungkinan keterkaitan dengan perkara lainnya, apabila memang ditemukan berdasarkan hasil penyidikan.

Di sisi lain, proses hukum tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Status hukum seseorang harus didasarkan pada hasil penyidikan dan pembuktian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Polresta Karawang diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan sekaligus penindakan terhadap tindak kriminal, terutama kejahatan yang berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Setiap aktivitas mencurigakan maupun dugaan tindak pidana sebaiknya segera dilaporkan kepada kepolisian dan tidak diselesaikan dengan cara main hakim sendiri.


Bayu Hanggara Putra, SPd.

Minggu, 04 Oktober 2026

Terbongkar!!!, BPN Karawang Akui Leter C Milik Bu Welly, Tapi Takut Putuskan, AKPERSI : "Copot Kakan BPN Sekarang Juga"


KARAWANG | RODADIGITAL.MY.ID | Borok dan busuknya kinerja BPN Karawang semakin telanjang! Di saat mediasi resmi telah digelar, BPN sendiri sudah menyatakan dengan mulutnya sendiri bahwa pemilik Leter C adalah pemilik Cang DK yang sah. Artinya, hak milik Bu Welly sebagai ahli waris jelas dan terang benderang.

Tapi apa yang terjadi? Setelah mengakui fakta itu, BPN Karawang justru PLIN-PLAN, PENGECUT, dan TIDAK BISA MEMUTUSKAN!

Anehnya, BPN yang seharusnya menjadi institusi paling menguasai bidang, peta, dan batas tanah, malah berbalik berpatok pada denah abal-abal yang dikeluarkan oleh Desa!

Ini logika darimana? BPN itu punya alat ukur canggih, punya citra satelit, punya data yuridis, punya data fisik. Desa hanya punya denah gambar tangan! Kalau BPN kalah pintar dari Desa, untuk apa negara menggaji kalian mahal-mahal? Bubarkan saja BPN Karawang!

AKPERSI MURKA: TANGKAP MAFIA TANAH, COPOT KAKAN BPN KARAWANG SEKARANG JUGA!

Melihat dagelan dan sandiwara ini, Ketua DPD Jawa Barat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Ahmad Syaripudin., bersama Ketua DPC Karawang AKPERSI, Ferimaulana, naik pitam dan mengeluarkan ultimatum keras.

"Kami sudah muak! Fakta di mediasi sudah jelas, pemilik Leter C adalah pemilik Cang DK, itu milik Bu Welly. Kenapa BPN tidak berani memutuskan? Kenapa malah berlindung di balik denah desa? Ini pembodohan publik! Ini namanya BPN sengaja memelihara konflik!" tegas Ahmad Syaripudin dengan suara menggelegar.

"Kalau BPN sendiri yang lebih menguasai bidang-bidangnya saja tidak bisa memutuskan, berarti ada dua kemungkinan:

KAKAN BPN KARAWANG TIDAK BECUS, TIDAK TEGAS, ATAU SUDAH MASUK ANGIN DIATUR MAFIA TANAH!" kecamnya.

Ferimaulana menambahkan, sikap BPN yang berpatok pada denah desa adalah bentuk ketidakprofesionalan yang memalukan.

"BPN itu lembaga negara, bukan lembaga RT! Bagaimana mungkin BPN yang punya wewenang mutlak soal peta bidang justru tunduk pada denah desa? Kalau begitu, suruh saja Desa yang urus sertifikat! Ini jelas ada skenario untuk mengaburkan fakta dan meloloskan dokumen palsu!" tegas Ferimaulana.

DUGAAN PEMALSUAN DOKUMEN & AJB ANAK 8 TAHUN, MAFIA TANAH HARUS DISERET!

AKPERSI menduga kuat ada OKNUM MAFIA TANAH yang bermain di balik munculnya dokumen tumpang tindih, termasuk dugaan AJB Rendy saat masih umur 8 tahun yang dijadikan dasar PTSL.

"Ini bukan salah ketik, ini dugaan PEMALSAUAN DOKUMEN DAN PENYEROBOTAN TANAH SECARA SISTEMATIS! Anak 8 tahun disulap jadi pembeli tanah? Ini kejahatan! Ini pidana murni!" lanjut Ahmad Syarifudin.

Oleh karena itu, AKPERSI DPC Karawang dan DPD Jabar menyatakan sikap:

1.TANGKAP OKNUM-OKNUM MAFIA TANAH DI BPN KARAWANG! Usut siapa yang menerbitkan, siapa yang memproses, siapa yang bermain di balik dokumen tumpang tindih dan AJB cacat hukum tersebut. Seret ke penjara!

2.COPOT JABATAN KAKAN BPN KARAWANG!  Karena terbukti tidak tegas, tidak mampu menjalankan tugas, tidak berani memutuskan kebenaran meski fakta Leter C sudah jelas, dan membiarkan mafia tanah berpesta di atas penderitaan rakyat. Pejabat pengecut seperti ini tidak layak memimpin!

3 BENTUK TIM PANSUS MAFIA TANAH! AKPERSI meminta Menteri ATR/BPN RI untuk turun langsung ke Karawang dan melakukan audit investigasi total terhadap kinerja BPN Karawang.

"Kami ingatkan Kakan BPN Karawang, jabatan itu amanah, bukan untuk bisnis! Kalau Anda tidak berani tegas menegakkan kebenaran bahwa pemilik Leter C adalah pemilik yang sah, lebih baik Anda mundur! Jangan jadi bemper mafia tanah! Jangan jadi stempel buta untuk pemalsu dokumen!" tutup Ferimaulana dengan nada sangat keras.

AKPERSI menegaskan, jika dalam 7x24 jam Kakan BPN Karawang tidak berani mengeluarkan keputusan objektif dan tidak berani melaporkan dugaan pemalsuan dokumen tersebut ke APH, maka AKPERSI akan menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor BPN Karawang dan Kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta, serta melaporkan kasus ini ke Satgas Mafia Tanah Mabes Polri.

Sampai berita ini diterbitkan, Kakan BPN Karawang masih bungkam dan terkesan bersembunyi di balik denah desa.


Bayu Hp

Kamis, 03 September 2026

Satlantas Polresta Karawang Rutin Laksanakan Patroli Simpatik, Ajak Rider Ojol untuk Patuhi Aturan Berlalu Lintas


Polresta Karawang, Rodadigital.My.id - Satlantas Polresta Karawang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan pengguna jalan dengan melaksanakan kegiatan Patroli Simpatik. Dalam kegiatan ini, anggota Satlantas, Aipda Syarif Hidayat dan Bripda Rangga, turun langsung ke lapangan untuk memberikan imbauan tertib berlalu lintas kepada pengemudi ojek online (Ojol) di Jend A Yani, Kabupaten Karawang, Kamis (3/9/2026).

Pasalnya, dalam kegiatan tersebut, Aipda Syarif Hidayat dan Bripda Rangga menyapa para pengemudi Ojol secara humanis. Selain berdialog, petugas juga membagikan brosur dan stiker imbauan keselamatan berkendara.

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran hukum masyarakat, khususnya para mitra transportasi online.

"Para rider Ojol adalah garda terdepan di jalan raya. Mereka setiap hari bertemu banyak pengguna jalan. Kami imbau agar menjadi pelopor keselamatan. Tertib helm, tertib surat-surat, tidak menggunakan HP saat berkendara, dan tidak melawan arus," ujar Kasi Humas.

Dijealskan bahwa poin Imbauan petugas Satlantas kepada Rider Ojol diantaranya,
Keselamatan: Gunakan helm SNI dan jaket saat berkendara, baik untuk diri sendiri maupun penumpang.
Kelengkapan: Pastikan membawa SIM, STNK dan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Disiplin: Patuhi rambu lalu lintas, lampu merah, marka jalan dan rambu. Jangan mengambil penumpang di bahu jalan yang dapat menghambat arus.
Etika: Berkendara dengan santun dan tidak ngebut.

Di sisi lain, pengemudi Ojol, mengapresiasi kegiatan tersebut. "Terima kasih Pak Polisi sudah mengingatkan kami. InsyaAllah kami akan lebih tertib lagi di jalan demi keselamatan bersama," ungkapnya.

Aipda Syarif Hidayat menambahkan, "Kami hadir bukan untuk menilang, tapi untuk mengingatkan. Karena keselamatan adalah nomor satu.".


Bayu Hanggara Putra S. Pd

Jumat, 21 Agustus 2026

Semarak HUT ke-81 RI, Perumdam Tirta Tarum Karawang Teguhkan Semangat Kebersamaan


Karawang, Rodadigital.My.Id — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat.

Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mengisi pembangunan.

Dengan mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Perumdam Tirta Tarum turut mengambil bagian dalam semangat membangun daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Karawang.

17 Agustus bukan hanya tanggal dalam kalender, tetapi simbol perjuangan dan persatuan bangsa Indonesia.

Atas nama jajaran manajemen dan seluruh keluarga besar Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang, disampaikan:
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩

“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

17 Agustus 2026 — Indonesia Merdeka, Indonesia Jaya! 🇮🇩

Bayu Hanggara Putra S.Pd